Tak Ada Solusi Bertahun-tahun, Warga 23 Desa Penyangga TNWK Turun ke Jalan

Lampung Timur108 Views
banner 468x60

KWRInews.com | Lampung Timur – kali ini ribuan warga dari sejumlah desa penyangga mendatangi Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur, menggelar aksi unjuk rasa di kantor Balai TNWK, jalan lintas pantai timur Sumatera Desa Labuhan Ratu selasa,13 Januari 2026.

Aksi yang diikuti lebih dari 3.000 massa tersebut merupakan bentuk protes terhadap pemerintah, khususnya Kementerian Kehutanan Republik Indonesia dan pengelola TNWK, terkait konflik gajah liar yang telah berlangsung bertahun-tahun dan dinilai tidak kunjung mendapatkan solusi konkret.

banner 336x280

Konflik antara manusia dan satwa liar itu kembali memuncak setelah Kepala Desa Braja Asri meninggal dunia pada akhir Desember 2025 lalu. Korban tewas saat berupaya menghalau kawanan gajah liar yang masuk ke permukiman warga dan merusak tanaman padi milik masyarakat.

Masyarakat menilai, hingga saat ini belum terlihat langkah nyata dari pihak TNWK maupun pemerintah pusat dalam menyelesaikan konflik gajah liar yang kerap masuk ke permukiman dan lahan pertanian warga desa penyangga.

Tewasnya kepala desa tersebut memicu kemarahan dan keresahan warga. Mereka mengaku hidup dalam ketakutan karena kawanan gajah liar masih sering muncul di sekitar permukiman, sehingga dikhawatirkan dapat kembali menimbulkan korban jiwa.

Berdasarkan pantauan di lapangan, aksi unjuk rasa yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB itu diisi dengan penyampaian sejumlah tuntutan. Massa mendesak pemerintah untuk segera menghentikan konflik gajah liar TNWK yang masuk ke desa-desa penyangga, khususnya di 23 desa yang tersebar di beberapa kecamatan.

Selain itu, warga menuntut tanggung jawab Kementerian Kehutanan RI dan pengelola TNWK atas korban jiwa serta kerusakan lahan pertanian dan permukiman yang terjadi akibat konflik gajah liar tersebut.

Massa juga secara tegas menolak wacana pengalihan fungsi lahan dari zona inti menjadi zona pemanfaatan, serta mendesak dilakukannya evaluasi menyeluruh terhadap kondisi hutan TNWK dan kebijakan perizinan pemanfaatan lahan.

Kebijakan tersebut dinilai telah merusak habitat satwa, sehingga memicu gajah keluar dari kawasan hutan dan masuk ke wilayah permukiman warga.

Hingga berita ini diturunkan, aksi unjuk rasa masih berlangsung dengan pengawalan ketat aparat keamanan. Warga menyatakan akan terus menyuarakan aspirasi hingga pemerintah memberikan solusi nyata dan berpihak pada keselamatan masyarakat desa penyangga TNWK.

(Wawan Subing)

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *